Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Tag: presiden indonesia

Seminar Nasional Motivasi Dan Kepemimpinan “Aktualisasi Jiwa Pemimpin Menuju Optimalisasi Kualitas Organisasi” Oleh Dr. Aqua Dwipayana

SEMINAR NASIONAL
MOTIVASI DAN KEPEMIMPINAN
“AKTUALISASI JIWA PEMIMPIN MENUJU OPTIMALISASI KUALITAS ORGANISASI”
OLEH Dr. AQUA DWIPAYANA
AMIK DAN STIKOM TUNAS BANGSA – HUMAS AMIK-STIKOM TUNAS BANGSA.
Pada hari Kamis, Tanggal 10 Maret 2022 telah dilaksanakan Seminar Nasional Motivasi dan Kepemimpinan.

Dukung Transformasi Digital Pendidikan Tinggi, Ditjen Diktiristek Luncurkan Empat Aplikasi

Jakarta – Untuk mendukung akselerasi transformasi digital dan meningkatkan kualitas layanan di pendidikan tinggi, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) resmi meluncurkan empat aplikasi dan satu fasilitas, pada Senin (3/1). Kelima hal tersebut antara lain Sistem Informasi Kelembagaan (SIAGA), Satu Dikti, Single Sign-On (SSO), Neo Feeder, serta Dikti AI Centre.

Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Nizam menuturkan tujuan dari peluncuran lima aplikasi dan fasilitas tersebut, yakni untuk mengakselerasikan kemajuan Artificial Intellegence (AI) untuk memberikan transparansi dalam pelayanan yang diberikan oleh Ditjen Diktiristek sehingga dapat diikuti oleh lembaga pendidikan tinggi di Indonesia.

“Tujuan dari Dikti AI Centre ini adalah untuk mengakselerasikan kemajuan AI yang di mana mahasiswa membutuhkan akselerasi dalam mendukung program MBKM dan turunannya. Upaya ini juga diluncurkan untuk mempercepat pelayanan dan menyediakan layanan yang transparan sehingga secara mudah dapat diikuti oleh proses kelembagaan sehingga integritas sistem semakin kita utamakan,” paparnya.

Nizam menambahkan Dikti AI Centre sudah berhasil melakukan kerja sama dengan beberapa pihak yang diharapkan mampu mendatangkan beragam manfaat bagi riset-riset yang ada di masyarakat dalam berbagai bidang. Beberapa kerja sama dengan industri tersebut dengan menggunakan super computer yang muaranya bermanfaat ke masyarakat baik itu riset-riset dalam bidang kesehatan, kebijakan, smart city, smart farming dan sebagainya.

“Sehingga dapat dimudahkan dengan adanya super computer serta kolaborasi antara Kemenristekdikti, perguruan tinggi serta industri,” pungkasnya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Tinggi, Riset, dan Teknologi Paristiyanti Nurwardani juga menyampaikan perlunya peningkatan kualitas Talenta Digital AI dengan menyiapkan pelatihan-pelatihan agar ribuan mahasiswa bertalenta mendapatkan sertifikat nasional. Ia memaparkan di tahun 2035 Indonesia memerlukan 90 juta talenta digital untuk menyiapkan ahli kompetensi mahasiswa yang memiliki sertifikat di bidang AI. Di tahun 2021 Ditjen Diktiristek sudah menyiapkan lebih dari 62 ribu talenta digital.

“Dan di tahun 2022 ini kami berusaha untuk menyiapkan pelatihan digital untuk dapat meningkatkan talenta sebanyak 200 ribu mahasiswa dan bisa mendapatkan sertifikat nasional maupun internasional, dan dilipatkan pada tahun 2023 sebanyak 3 kali lipat yaitu sebanyak 600 ribu mahasiswa yang bertalenta digital,” imbuhnya

Sementara itu, Direktur Kelembagaan Ditjen Diktiristek Ridwan mengatakan bahwa perilisan aplikasi ini merupakan salah satu bentuk peningkatan layanan Ditjen Diktiristek bagi pengguna. Untuk layanan di bidang kelembagaan, ia berharap perguruan tinggi akademik dan badan layanan penyelenggaraan perguruan tinggi akademik dapat memanfaatkan sistem SIAGA dengan baik.

“Semoga proses-proses usulan, perubahan, pendirian dan pembukaan prodi seluruh Indonesia terutama di bawah Kemendikbudristek dapat digunakan sebaik-baiknya sehingga proses ini akan berjalan baik di masa mendatang sebagai pengganti sistem lama. Kami yakin sistem baru ini dapat meningkatkan pelayanan kami bagi pengguna layanan,” katanya.

Ismail Fahmi selaku Founder dari Drone Emprit yang hadir pun menilai peluncuran aplikasi ini dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur di Indonesia. Menurutnya, tujuan dari data atau AI adalah menciptakan SDM yang berkualitas yang berbasis pada ilmu pengetahuan, sains, teknologi, dan humaniora. Oleh sebab itu, masa depan AI menjadi tantangan dan kelangkaan yang luar biasa di bidang infrastruktur dan SDM.

“Untuk infrastruktur, perguruan tinggi yang tidak memiliki AI center bisa menggunakan platform yang diluncurkan oleh Ditjen Dikti. Mahasiswa juga bisa memanfaatkan ini untuk menguasai AI. Harapan besar saya mahasiswa dapat berpikir untuk memanfaatkan komputasi ini untuk membuat suatu modelling big data AI, yang bisa dijadikan produk ataupun company,” ujarnya.

Kelima aplikasi dan layanan yang dirilis, memiliki fungsi masing-masing yang bertujuan untuk memudahkan insan Dikti dalam mengakses layanan dan program milik Ditjen Diktiristek. Aplikasi pertama yang dirilis adalah SIAGA atau Sistem Informasi Kelembagaan. Ini merupakan platform perijinan yang memberikan fasilitas kepada masyarakat dalam rangka pendirian atau perubahan perguruan tinggi akademik dan pembukaan program studi. SIAGA didesain dengan memanfaatkan algoritma cerdas dan dibangun berdasarkan munculnya permasalahan di lapangan terkait dengan perizinan. SIAGA berkomitmen memberikan jaminan layanan yang lebih cepat dan transparan dengan cara mengotomatisasi proses perizinan untuk memangkas rantai birokrasi yang panjang dan selama ini dilakukan secara manual.

Aplikasi kedua adalah Satu Dikti, yaitu platform terintegrasi yang mendukung berbagai layanan pada perguruan tinggi. Aplikasi ini dibangun untuk menyediakan layanan unggulan yang memberikan kemudahan akses informasi dunia pendidikan tinggi. Aplikasi ketiga yaitu Single Sign-On. SSO adalah sebuah metode yang memudahkan pengguna untuk melakukan login di berbagai situs maupun aplikasi. SSO Ditjen Diktiristek menjadi layanan autentikasi yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan satu akun dan pada satu halaman saja guna mengakses berbagai layanan program Ditjen Diktiristek.

Aplikasi keempat adalah Neo Feeder yang merupakan versi terbaru dari aplikasi PDDikti Feeder yang digunakan untuk sinkronisasi data perguruan tinggi ke data base Forlap. Melalui pembaruan ini, Neo Feeder menawarkan berbagai kemudahan baru, di antaranya integrasi dengan Kampus Merdeka, pendataan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), proses prefill lebih cepat, pembaharuan teknologi microservices, multi platform operating system, kemudahan langsung update di aplikasi, tampilan yang lebih segar, serta didukung dengan inovasi teknologi terbaru yang diharapkan dapat mempermudah para pengelola data di perguruan tinggi melakukan pelaporan dan sinkronisasi data.

Layanan terakhir adalah Dikti AI Centre. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi beberapa waktu lalu telah meluncurkan suatu fasilitas server komputasi berkemampuan tinggi yang dapat dimanfaatkan secara terbuka oleh semua insan Dikti  di Indonesia. Super komputer yang diadakan memiliki kapasitas komputasi sebesar 25 Petaflops dan merupakan fasilitas yang sangat mumpuni untuk pengembangan Artificial Intelligence. Fasilitas Super komputer Dikti AI Centre ini bertujuan untuk menciptakan talenta AI nasional melalui berbagai kegiatan pelatihan maupun pendidikan yang bekerja sama dengan industri  dalam kaitannya dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Fasilitas ini juga  digunakan oleh  perguruan tinggi dan mitra untuk menghasilkan inovasi-inovasi di bidang Artificial Intelligence yang dapat menjawab kebutuhan industri dan lembaga pemerintah.
(YH/DZI/FH/DH/NH/SH/MSF)

Humas Ditjen Diktiristek
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman : www.diktiristek.kemdikbud.go.id
FB Fanpage : @ditjen.dikti
Instagram : @ditjen.dikti
Twitter : @ditjendikti
Youtube : Ditjen Diktiristek
E-Magz Google Play : G-Magz
Tiktok : Ditjen Dikti

Galery Kegiatan Monev 2021 STIKOM Tunas Bangsa

Berikut adalah dokumentasi dari kegiatan monev 2021 yang diselenggarakan oleh STIKOM Tunas Bangsa, kegiatan dilaksanakan selama 1 hari pada pukul 13.00 sampai 17.00. Alhamdullillah kegiatan berjalan dengan lancar dengan hasil yang memuaskan, semoga kedepannya bisa diperbaiki kekurangan yang ada dan tetap meningkatkan kualitas stikom tunas bangsa.




Ditjen Diktiristek Menyerukan Permendikbud PPKS Pada 16 Hari Aktivisme Menentang Kekerasan Berbasis Gender

Jakarta – Dalam rangka memperingati 16 Hari Aktivisme Menentang Kekerasan Berbasis Gender, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kemendikbudristek berkolaborasi dengan Institut Français d’Indonésie, Kedutaan Besar Perancis di Indonesia, dan UN Women menyelenggarakan diskusi publik “Menangani Kekerasan Berbasis Gender di Perguruan Tinggi” yang diselenggarakan secara daring pada Jumat (26/11).

Pelaksana tugas Dirjen Diktiristek Nizam menjelaskan bahwa berdasarkan laporan Komnas Perempuan, 27% tindakan kekerasan seksual dilaporkan terjadi di lingkungan pendidikan tinggi. Ini terjadi di 79 kampus dan 29 kota. “Kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena dampak kekerasan seksual dirasakan seumur hidup oleh penyintas dan dapat menurunkan mutu pendidikan tinggi”, ungkap Nizam.

Hal ini mendorong Kemdikbudristek menginisiasi Peraturan Menteri Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Permendikbudristek PPKS). Nizam menjelaskan ada empat tujuan dari Permendikbud ini antara lain 1) Untuk melindungi pemenuhan hak pendidikan untuk setiap warga negara Indonesia yang sesuai undang-undang; 2) Menanggulangi kekerasan seksual dengan pendekatan institusional dan berkelanjutan; 3) Peningkatan pengetahuan tentang kekerasan seksual, ini juga salah satu isu yang penting jadi banyak warga kampus yang tidak memahami atau pengetahuannya tentang kekerasan seksual itu sangat terbatas; dan 4) Menjadi penguatan kolaborasi antara Kemendikbudristek dan perguruan tinggi.


Sasaran dari Permendikbudristek ini mencakup penanganan dan pencegahan untuk sebelas bentuk kekerasan seksual yang terjadi antara mahasiswa dengan mahasiswa, mahasiswa dengan dosen, mahasiswa dengan tenaga pendidikan, mahasiswa dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lain, mahasiswa dengan dosen dari perguruan tinggi lain, kemudian juga mahasiswa dengan tenaga kependidikan, dosen dengan dosen dan lain sebagainya. “Jadi ruang lingkup yang kita lindungi dalam peraturan ini adalah warga kampus baik itu mahasiswa, dosen, maupun tenaga pendidikan”, jelas Nizam.

Lebih lanjut Nizam menjelaskan bahwa Permendikbudristek PPKS ini berupaya menghilangkan area abu-abu dengan mendetailkan berbagai bentuk kekerasan seksual. Peraturan ini juga mengatur langkah-langkah pencegahan dan penanganan untuk mengurangi dampak dari kekerasan seksual. “Upaya pencegahan sangat penting kita lakukan secara institusional baik melalui pendisikan, pembelajaran, dan penguatan tata kelola di kampus”, jelas Nizam.

Salah satu aksi yang perlu dilakukan kampus untuk implemetasi Permendikbudristek PPKS adalah pembentukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di setiap kampus. Nizam berharap pada akhir November ini capaian Pembentukan Satgas PPKS di perguruan tinggi dapat mencapai 30% dan ditargetkan akan mencapai 100% di akhir 2022.

Nizam berharap bahwa dengan adanya Permendikbudristek PPKS dapat menjadikan suasana kampus kondusif, nyaman untuk kegiatan pembelajaran dan pengembangan tridarma pendidikan tinggi, dan menjadikan kampus bebas dari tindakan kekerasan seksual. “Semoga dengan adanya PPKS ini kita bisa mewujudkan kampus yang aman dan nyaman bagi masyarakat, dan kekerasan seksual dapat kita hapus di lingkungan pendidikan tinggi”, harap Nizam.

Sementara itu, Konselor Kedutaan Besar Perancis di Indonesia & Direktur Institut Français Indonesia Stéphane Dovert menyatakan dukungannya atas upaya Kemedikbudristek untuk memerangi kekerasan seksual di lingkungan pendidikan tinggi melalui Permendikbudristek PPKS. “Saya ingin menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap komitmen dari Menteri Dikbudristek dalam memerangi kekerasan berbasis gender di perguruan tinggi. Upaya ini sangat penting dilakukan. Perancis dan Indonesia berupaya memerangi hal yang sama. Kita bisa saling belajar dan berbagi satu sama lain.” Ujar Dovert.



Dovert memandang perlunya kerja sama dan dukungan semua pihak dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender di lingkungan pendidikan tinggi. “Ke depan perlu kerja sama semua perguruan tinggi di dunia untuk bertindak, bersuara lebih lantang dan menentang berbagai bentuk kekerasan berbasis gender”, ujar Dovert.
(YH/DZI/DH/NH/SHA/MSF)

Humas Ditjen Diktiristek
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman : www.diktiristek.kemdikbud.go.id
FB Fanpage : @ditjen.dikti
Instagram : @ditjen.dikti
Twitter : @ditjendikti
Youtube : Ditjen Diktiristek
E-Magz Google Play : G-Magz
Tiktok : Ditjen Dikti

Baca Juga :  Ditjen Dikti Luncurkan Buku Panduan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Aplikasi Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka

#KampusMerdekaIndonesiaJaya
#DiktiSigapMelayani

Mahasiswa AMIK dan STIKOM Tunas Bangsa kembali berprestasi pada Seminar Nasional (SANISTEK 2021)

Alhamdulillah Mahasiswa AMIK dan STIKOM Tunas Bangsa kembali berprestasi pada Seminar Nasional (SANISTEK 2021)
a) 2 Medali EMAS dan 3 MEDALI PERAK untuk BEST PAPER kategori Mahasiswa.
b) 4 Medali SILVER untuk BEST PRESENTER kategori Mahasiswa.
Terimakasih Ketua Yayasan, Ketua, Direktur dan semua team yang sudah mendukung agar mahasiswa AMIK dan STIKOM Bisa mengukir prestasi


Dosen STIKOM Tunas Bangsa Gelar Workshop Web Desain di SMK Negeri 1 Siantar

Sebanyak 102 siswa dari kelas XII jurusan multimedia Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Siantar mengikuti workshop web desain.

Kegiatan ini bekerja sama dengan STIKOM Tunas Bangsa yang dilaksanakan di laboratorium komputer sekolah di Jalan Sangnawaluh, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun. Workshop digelar selama dua hari dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat, yang berakhir hari ini, Sabtu (20/11/21).

Kepala SMKN 1 Siantar M Syahrizal Damanik saat ditemui Mistar mengatakan, workshop dilakukan untuk menciptakan kemampuan dan meningkatkan kompetensi, pengetahuan siswa dalam pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan metode pengiriman data (broadcast) para peserta didik yang handal.



“Semoga dengan workshop ini anak didik nantinya mempunyai kemampuan yang handal dalam pengelolaan TIK dan broadcast, karena ini juga tuntutan teknologi khususnya teknologi multimedia yang sudah semakin terasa manfaatnya,” katanya.

Dia menyebutkan, teknologi multimedia mulai diterapkan di berbagai bidang saat ini. Bahkan, multimedia sudah merambat juga dalam dunia pendidikan.

Dalam dunia pendidikan, multimedia digunakan sebagai media pembelajaran, baik dalam kelas maupun di luar kelas. Pembelajaran merupakan proses terjadinya interaksi antara peserta didik dengan sumber belajar.

Namun, sebut Syahrizal, proses pembelajaran yang berlangsung kenyataannya sebagian besar masih berpusat pada pengajar saja. Di mana proses pembelajaran yang berkualitas idealnya adalah pembelajaran yang dapat membantu dan memfasilitasi siswa untuk mengembangkan potensi dirinya secara optimal.

“Ini adalah suatu tantangan dalam melatih anak didik kami agar bisa mandiri. Juga memberikan peluang bagi mereka jika sudah lulus di kemudian hari dapat membuka usaha atau berwiraswasta sendiri dalam bidang multimedia,” jelas dia.

Sementara itu, Kepala Laboratorium Jurusan Multimedia SMK Negeri 1 Siantar Nursaini menerangkan, kegiatan yang dilaksanakan tersebut adalah workshop web desain jurusan Multimedia SMKN 1 Siantar. Kegiatan ini untuk membekali para peserta didik dengan keterampilan softskill dan hardskill agar lebih kompeten dan berkarakter.

“Kami menghadirkan dosen trainer dari STIKOM Tunas Bangsa Saifullah, Widodo Saputra, Jaya Tata Hardinata dan Abdi Rahim Damanik. Kegiatan ini meliputi web desain dimulai dari desain sebuah web, coding sampai hasilnya nanti publish,” sebut Nursaini. (yetty/hm14)

Ditjen Diktiristek Dorong Pengembangan dan Pembinaan Seni bagi Mahasiswa Indonesia

Jakarta – Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan menyelenggarakan acara Musyawarah Nasional Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI), Rabu (20/10). Adapun kegiatan ini merupakan wadah untuk pembinaan minat dan bakat di bidang seni bagi mahasiswa Indonesia.

Aris Junaidi selaku Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Diktiristek menyampaikan bahwa dengan pembinaan seni mahasiswa Indonesia yang dilakukan oleh BPSMI ini, nantinya diharapkan mahasiswa mampu mengembangkan kepribadiannya agar memiliki integritas yang tinggi terhadap pelestarian dan pengembangan kebudayaan nasional. Hal ini sesuai dengan peta jalan pendidikan yang mendorong mahasiswa Indonesia memiliki profil Pelajar Pancasila, yang mana mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman akan nilai budaya dan kemajemukan bangsa.

“Kami sangat berharap BPSMI akan terus melaksanakan tugas, melakukan pembinaan seni mahasiswa Indonesia sehingga mahasiswa Indonesia bisa tidak hanya tekun dalam bidang keilmuan yang bersifat akademik, kognitif tetapi juga harus aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler di antaranya melalui kegiatan seni,” ucapnya.

Dalam mengembangkan program-program pembinaan seni mahasiswa di Indonesia, menurut Aris diperlukan adanya kolaborasi dari berbagai pihak, baik itu BPSMI, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Diktiristek, Pusat Prestasi Nasional, Ditjen Kebudayaan, perguruan tinggi serta pihak-pihak lain. Menurutnya, kolaborasi dari berbagai pihak sangat penting terkait dengan unsur-unsur kebijakan dalam pengembangan program.

“Karena kepengurusan ini merupakan kolaborasi dari berbagai pihak maka nanti kepengurusan juga harus dipertimbangkan unsur-unsur yang terkait. Kepengurusan harus bisa mengakomodasi dan juga memudahkan menentukan kebijakan-kebijakan maupun program yang nanti akan dilaksanakan oleh BPSMI,” katanya.

Sekretaris Ditjen Kebudayaan Fitra Arda dalam sambutannya menjelaskan bahwa BPSMI berkaitan dengan apa yang sedang dilakukan oleh Ditjen Kebudayaan, sesuai dengan Undang-Undang No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

“Pemajuan kebudayaan tentu memberi arah bagi kita bagaimana ke depan pembangunan kebudayaan menjadikan sesuatu, menjadi investasi di bidang budaya untuk membangun masa depan dengan beranggapan kebangsaan yang berkelanjutan,” ucapnya.

Untuk itu, ia berharap pembinaan seni yang dilakukan BPSMI bisa sejalan dengan pemajuan kebudayaan. Menurut Fitra, mahasiswa memiliki peran dalam pemajuan kebudayaan. “Kalau misalnya teman-teman mahasiswa nanti melestarikan pendidikan atau melakukan seni tari misalnya, tentu juga kita berpikir bagaimana dulunya masih ada tidak maestro di bidang tari, masih ada tidak alat gendangnya pembuatnya untuk mengiri tari itu, masih ada tidak songketnya untuk melengkapi tari. Itu merupakan satu kesatuan saya rasa satu sama lain yang berkaitan tidak bisa dilepaskan. Jadi semuanya akan bermulai dari pembangunan nanti dikembangkan dan pembinaan ekosistem pemajuan kebudayaan harus kita lakukan bersama-sama,” paparnya.

Sementara itu, Koordinator Pokja Pusat Prestasi Nasional Rizal Alfian menjelaskan bahwa adanya BPSMI dapat menguatkan ekosistem berupa talenta, seni budaya dan acara seni untuk mengembangkan prestasi dan karier yang sesuai. Ia berharap ke depannya Ditjen Diktiristek dapat semakin aktif dalam memfasilitasi mahasiswa di bidang seni melalui event-event yang dapat diselenggarakan secara rutin. Menurutnya, hal ini dapat turut mendongkrak pembangunan ekonomi kreatif di Indonesia.

“Semakin aktif dan semakin terasa sekali fasilitasi bagi mahasiswa di bidang seni itupun juga akan mengungkit dan mengimplementasi dari kebijakan. Karena memang sudah saatnya untuk ruang berekspresi ini,” tuturnya.

BPSMI merupakan organisasi pembinaan dan pengembangan kesenian di jenjang pendidikan tinggi yang berwenang serta bertanggung jawab membina, mengelola, mengembangkan, mengkoordinasikan seluruh pelaksanaan kegiatan kesenian mahasiswa di Indonesia. Pada kegiatan ini dibahas mengenai beberapa hal antara lain penetapan perubahan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, laporan pertanggung jawaban BPSMI periode 2016/2021, penetapan Ketua umum BPSMI periode 2021-2025, dan penetapan program kerja 2021/2025.

(YH/DZI/FH/DH/NH/SH)

Humas Ditjen Diktiristek
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman : www.diktiristek.kemdikbud.go.id
FB Fanpage : @ditjen.dikti
Instagram : @ditjen.dikti
Twitter : @ditjendikti
Youtube : Ditjen Diktiristek
E-Magz Google Play : G-Magz
Tiktok : Ditjen Dikti

Penguatan Literasi Digital Mahasiswa Dalam Dunia Kerja

Profile Narasumber Pertama :
Tema : LITERASI DIGITAL MAHASISWA DIDUNIA KERJA MENGAPA INI PENTING?

▪ Founder Webmedia Training Center 2002 -Sekarang
▪ Penulis & Pengurus IlmuKomputer.Com
▪ Pensiun Muda dari PT(Persero) Pelabuhan Indonesia I 1999 -2002
▪ S2 -Ilmu Komputer UPI Padang (2008 -2010) ,S1 – STTH Harapan Teknik Informatika(2001) dan Alumni D3 Ilkom USU (1994 -1997), SMA N 1 Binjai (1991-1994)
▪ Email: epurwanto@webmediacenter.com YM: epurwanto_id
▪ MVP Office System (Most Valuable Professional) sejak 2010-2014 (Penghargaan dari Microsoft Corporation)
▪ Konsultan IT dan UKM
▪ Digital Strategy & Marketing

Download Materi : Download

Profile Narasumber 2 : Sugianto, S.T, M.Kom – Praktisi Bisnis Online – Owner Tempat PKL Medan.
Tema : Tren Digital Marketing Prospek Karir Masa Depan

Download Materi : Download

Sosialisasi Sistem Penjaminan Mutu Internal dan Workshop Pelaporan SPMI untuk Perguruan Tinggi


Lampiran file pdf : undanganpesertaspmi.pdf

Perihal : Sosialisasi Sistem Penjaminan Mutu Internal dan Workshop Pelaporan SPMI untuk Perguruan Tinggi

Yth. Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta

di Lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I (Daftar Terlampir)

Sehubungan dengan kegiatan Sosialisasi Sistem Penjaminan Mutu Internal dan Workshop Pelaporan SPMI untuk Perguruan Tinggi yang telah dilakukan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, dengan ini kami sampaikan bahwa Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I Sumatera Utara akan melaksanakan kegiatan Workshop Sistem Penjaminan Mutu Internal dan Pelaporan SPMI untuk Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I Tahun 2021, kegiatan ini akan dilaksanakan pada :

Selengkapnya dapat dilihat dan diunduh pada file pdf diatas.

Demikian disampaikan. Atas perhatian dan kerjasama yang baik, kami mengucapkan terima kasih.

FOLLOW akun media sosial LLDikti Wilayah I :
1. Follow FanpageFB
2. Follow Instagram
3. Follow Twitter
4. Subscribed Youtube Channel LLDIKTI WILAYAH I SUMUT

Perihal : Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat Kampus Merdeka


Lapiran file pdf : suratkepadaperguruantinggiterkaitpesertamsibyangbelumadarekomendasi.pdf

Yth. Pimpinan Perguruan Tinggi

dalam daftar terlampir

Bersama dengan surat ini kami informasikan, dari total sekitar 104 ribu mahasiswa terdaftar, saat ini telah tercatat sebanyak 13.002 mahasiswa yang telah lolos seleksi, menerima dan menjalani program MSIB Kampus Merdeka. Dari 13.002 mahasiswa, sebanyak 12.668 mahasiswa telah melengkapi semua persyaratan dan 335 mahasiswa belum memenuhi persyaratan. 335 mahasiswa tersebut belum mengunggah surat rekomendasi dan sebagiannya tidak mendapatkan ijin mengikuti program MSIB Kampus Merdeka. Kami ucapkan terima kasih atas capaian dan dukungan yang telah Bapak/ibu berikan untuk program MSIB Kampus Merdeka ini.

Selengkapnya dapat dilihat dan diunduh pada file pdf diatas.

Demikian disampaikan. Atas perhatian dan kerjasama yang baik, kami mengucapkan terima kasih.

FOLLOW akun media sosial LLDikti Wilayah I :
1. Follow FanpageFB
2. Follow Instagram
3. Follow Twitter
4. Subscribed Youtube Channel LLDIKTI WILAYAH I SUMUT