Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Author: stikomtb

Bimbingan Teknis Pengisian Dokumen SPMI melalui Aplikasi SPMI Kemdikbud.go.id 2023

Bagikan :

Yth. Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (terlampir)

Di Lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah 1
Menindaklanjuti surat Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Nomor 6064/ E2/ DT.02.04 /2023 tanggal 19 September 2023 perihal pada pokok surat, dengan ini kami sampaikan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I Sumatera Utara akan melakukan kegiatan Bimbingan Teknis Pengisian Dokumen SPMI melalui Aplikasi SPMI.kemdikbud.go.id, yang akan dilaksanakan pada :

Untuk Pendaftaran Peserta Klik DIsini

Selengkapnya dapat dilihat dan diunduh pada file pdf diatas.

FOLLOW akun media sosial LLDikti Wilayah I :
1. Follow FanpageFB
2. Follow Instagram
3. Follow Twitter
4. Subscribed Youtube Channel LLDIKTI WILAYAH I SUMUT

Program Dana Padanan Kedaireka Tahun 2024 Dibuka, Ditjen Diktiristek Alokasikan Anggaran 750 Miliar

Bagikan :

Jakarta – Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) kembali membuka program Dana Padanan untuk tahun anggaran 2024. Program Dana Padanan atau sebelumnya dikenal dengan Matching Fund, memberikan pendanaan kepada perguruan tinggi dan industri yang berkolaborasi dalam pengembangan inovasi melalui platform Kedaireka. Pada tahun 2024, Ditjen Diktiristek mengalokasikan anggaran sekitar 750 miliar untuk pendanaan ini.

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Pendidikan Tinggi Nizam menerangkan pembukaan Program Dana Padanan 2024 dilaksanakan lebih awal agar insan perguruan tinggi memiliki waktu yang cukup untuk segera merancang, mendesain, hingga proses evaluasi proposal dapat dilakukan tahun ini. Pasalnya, selama ini terdapat keluhan atas pendeknya waktu eksekusi program.

“Karena untuk menghasilkan produk yang betul-betul untuk siap diproduksi, dihilirkan, tentu membutuhkan waktu yang tidak singkat. Saya mendorong untuk bisa dilakukan evaluasinya di tahun N-1, sehingga pada tahun N bisa diselenggarakan  seoptimal mungkin sehingga hasilnya optimal,” kata Nizam saat peluncuran Program Dana Padanan 2024 secara daring, Senin (2/10).

Nizam pun berharap lewat program Dana Padanan ini dapat memberikan solusi dan dampak bagi kemajuan sosial, budaya, teknologi, dan dunia industri.

Baca Juga :  IISMA Kembali Memberangkatkan 9 Mahasiswa ke University of Groningen, Belanda

“Saya berharap dan meminta pada seluruh sivitas akademika untuk memastikan hal tersebut, pun saya mengharapkan komitmen dari mitra yang konkret,” kata Nizam.

Kepala Subbagian Tata Usaha Sekretariat Ditjen Diktiristek sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen Program Dana Padanan, Didi Rustam menjelaskan bahwa program Matching Fund-Kedaireka pada tahun-tahun sebelumnya mendapat antusiasme yang tinggi dari perguruan tinggi.

Dari tahun 2021 hingga tahun 2023, kata Didi, program Matching Fund mengalami peningkatan peminat yang luar biasa. Pada tahun 2021 ada sekitar 1.270 proposal yang masuk, tahun 2022 sebanyak 4.700 proposal, dan tahun 2023 sebanyak 5.600 proposal.

“Tentunya, ini diakibatkan adanya animo Insan Dikti yang sangat tinggi. Dari tahun ke tahun, tahapan pengajuannya pun terus kami perbaiki agar mendapatkan proposal yang lebih berkualitas,” ujar Didi.

Terdapat beberapa pembaruan pada Program Dana Padanan tahun 2024 berdasarkan masukan, studi, dan observasi yang telah dilakukan pada program sebelumnya. Pengusul kini sudah memasukan proposal lengkap sejak awal pengusulan.

“Jika tahun 2023 ada proposal awal, maka pada tahun 2024 tidak ada proposal awal. Sejak awal, pengusul sudah mengajukan proposal lengkap, sehingga sudah akan bisa dievaluasi kelayakan dari inovasi kegiatan dan juga rasionalitas dalam nilai anggaran yang diajukan karena itu semua merupakan bagian dari mekanisme evaluasi,” terang Setyawan selaku Tim Ahli Program Dana Padanan.

Baca Juga :  Peningkatan Kualitas SDM dan Relevansi Pendidikan Tinggi melalui Kampus Merdeka

Setyawan mengingatkan agar pembaruan ini diperhatikan dengan saksama. Tidak berhenti pada proses pengajuan proposalnya, terdapat rincian lain yang penting untuk diketahui pengusul dan mitra. Tahun ini, Program Dana Padanan bahkan memberikan kesempatan bagi mitra untuk mendeskripsikan permasalahannya.

“Kami ingatkan dalam forum ini, gunakan panduan tahun 2024. Jangan menggunakan tahun-tahun sebelumnya, sehingga Bapak/Ibu harus cermat betul dengan panduan tahun 2024,” tegas Setyawan.

Pengusulan proposal Program Dana Padanan dibuka mulai tanggal 1 hingga 31 Oktober 2023. Perguruan tinggi dan industri dapat mendaftarkan diri dan melihat panduan lengkapnya di www.kedaireka.id.
(YH/DZI/FH/DH/NH/SH/MSF)

Humas Ditjen Diktiristek
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman : www.diktiristek.kemdikbud.go.id
FB Fanpage : @ditjen.dikti
Instagram : @ditjen.dikti
Twitter : @ditjendikti
Youtube : Ditjen Diktiristek
E-Magz Google Play : Satu Dikti
Tiktok : Ditjen Dikti

Optimalisasi Peran Humas untuk Membangun Pendidikan Tinggi Unggul

Bagikan :

Jakarta – Pendidikan tinggi merupakan pilar penting dalam meningkatkan daya saing bangsa. Dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang unggul, tidak lepas dari peran humas sebagai ujung tombak pelayanan komunikasi kepada masyarakat dan pemangku kepentingan. Oleh karenanya, humas perguruan tinggi harus mengoptimalkan perannya dengan kompetensi yang memadai.

Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Nizam mengatakan bahwa pranata humas harus memiliki keahlian dalam melakukan framing dan storytelling pada saat memberikan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, framing dan storytelling dapat membantu masyarakat dalam menyerap informasi yang diberikan oleh pranata humas.

Nizam turut mengingatkan bahwa peran humas saat ini tidak hanya untuk memberikan informasi tetapi harus mampu membantu mencerdaskan kehidupan bangsa. Selain itu, menurutnya seorang pranata humas yang berkualitas harus mampu melihat cara pandang berita dari sisi masyarakat sehingga berita yang disampaikan mampu bersifat dua arah.

“Saya berharap bahwa pranata humas di setiap universitas di Indonesia mampu membangun optimisme masyarakat mengenai informasi akan universitas tersebut. Peran humas serta dapat membantu mengangkat prestasi dan pencapaian mahasiswa dan universitas menjadi sebuah berita baik yang dapat diceritakan kepada masyarakat,” kata Nizam pada Rapat Koordinasi Kehumasan Ditjen Diktiristek 2023 dengan tema “Bersinergi Membangun Pendidikan Tinggi” di Auditorium Gedung D Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Kamis (3/8).

Plt. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Tjitjik Srie Tjahjandarie mengatakan bahwa Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) terus berupaya melakukan pembinaan kompetensi kehumasan perguruan tinggi, salah satunya melalui rapat koordinasi kehumasan yang diselenggarakan tiap tahunnya.

Baca Juga :  Kolaborasi Profesor Kelas Dunia, Perkuat Kualitas Riset dan Publikasi Indonesia

Tjitjik menekankan humas memegang peran yang sangat penting dan strategis sebagai garda depan komunikasi publik. Maka dari itu, humas harus memiliki kapasitas dan kompetensi kehumasan yang baik.

“Melalui kapasitas mumpuni aktor-aktor kehumasan, maka bisa berkontribusi untuk perguruan tinggi Indonesia menjadi lebih berkualitas,” ujar Tjitjik.

Memperkuat Kehumasan Pendidikan Tinggi

Rapat koordinasi kehumasan Ditjen Diktiristek menjadi wadah untuk memperkuat kehumasan perguruan tinggi sekaligus sebagai bekal persiapan humas-humas perguruan tinggi negeri (PTN) dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) untuk mengikuti Anugerah Humas Diktiristek 2023.

Untuk memperluas wawasan kehumasan, pada pertemuan ini menghadirkan lima pembicara sekaligus merupakan juri Anugerah Humas Diktiristek 2023. Kelima pembicara tersebut merupakan para humas profesional, yaitu Ketua Umum Asosiasi Perusahaan PR Indonesia (APPRI) Jojo S. Nugroho, Wakil Sekretaris Umum II Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) Emmy Kuswandari, Head of Engagement & Community SAC Indonesia Riska Noer Zaitun, Tenaga Ahli Komunikasi Kantor Staf Presiden Prita Laura, dan Ketua Umum Ikatan Pranata Humas Indonesia (Iprahumas) Thoriq Ramadani.

Dalam diskusi panel, Jojo S. Nugroho menuturkan humas harus dapat membuat sebuah siaran pers yang baik dan menarik. Dalam hal ini, Jojo turut membagikan kiat-kiat pembuatan siaran pers yang dapat dijadikan acuan oleh para praktisi hubungan masyarakat untuk menghasilkan produk siaran pers berkualitas. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah dengan memperhatikan berbagai aspek seperti struktur penulisan, pemilihan kata, hingga pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Sementara itu, Emmy Kuswandari menyampaikan humas harus membangun dan menjalin hubungan baik dengan media. Hal tersebut yang dapat direalisasikan melalui berbagai cara, misalnya dengan menggandeng forum wartawan untuk bekerja sama dan berdiskusi terkait publikasi.

Baca Juga :  Ditjen Dikti Luncurkan Buku Pembelajaran Praktik Baik Edukasi Masyarakat pada KKN Tematik Covid-19

“Dari komunitas atau forum wartawan, bisa jadi teman dan jalin hubungan yang baik dengan wartawan,” ujar Emmy

Senada, Thoriq Ramadani pun mengatakan pentingnya menjalankan hubungan baik dengan media untuk membantu mempermudah dalam melakukan pengelolaan berita.

“Hubungan baik yang dijalin dengan media dapat membuat berita menjadi cepat naik dan positif,” ucap Thoriq.

Di sisi lain, Riska Noer Zaitun menuturkan bahwa humas perguruan tinggi dapat memaksimalkan penggunaan media sosial melalui pengemasan konten secara menarik. Humas peguruan tinggi harus mengetahui tren yang sedang berkembang di media sosial dan isu yang hangat di masyarakat.

“Dalam pembuatan konten, bisa dilihat dari keresahan mahasiswa maupun dosen untuk selanjutnya dibuat dengan kreatif dan informatif,” ucap Riska.

Sementara itu, Tenaga Ahli Komunikasi Kantor Staf Presiden, Prita Laura menyampaikan bahwa seorang pranata humas harus mampu mengendalikan dirinya saat dihadapkan dengan komunikasi krisis dengan cara menentukan mapping dan strategi yang tepat. Ia menyebutkan bahwa ruang publik saat ini sangat cepat berpengaruh akan asumsi netizen sehingga pranata humas harus sigap dalam menangani krisis komunikasi.

“Penanganan krisis dapat dilakukan dengan dengan prinsip ‘empathy first, then followed by logic explanation’ dimana kita harus mengikuti empati terlebih dahulu baru melanjutkannya menggunakan penjelasan secara logika sehingga dapat mempermudah saat menghadapi krisis komunikasi,” ujar Prita.

(YH/DZI/FH/DH/NH/SH/MSF)

Humas Ditjen Diktiristek
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman : www.diktiristek.kemdikbud.go.id
FB Fanpage : @ditjen.dikti
Instagram : @ditjen.dikti
Twitter : @ditjendikti
Youtube : Ditjen Diktiristek
E-Magz Google Play : Satu Dikti
Tiktok : Ditjen Dikti

#

#

#